01 September 2006
Pukul 04.00 WIB
Saya sudah bangun, tumben? Ya, tentu. Hari ini saya akan mengalami salah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya. Well, ga bisa dipungkiri, saya sebenernya belum benar-benar memejamkan mata malam ini. Keluarga saya masih tertidur lelap. Saya akhirnya meng-sms Calon Istri Saya (bukan nama sebenarnya). Eh, ternyata yang tidak bisa tidur bukan hanya saya. Saya cukup tenang. Saya pandangi kotak berenda berwarna biru terang yang tergeletak manja di atas meja. Ya, kotak berisi seperangkat peralatan sholat itu siap menjalankan tugasnya sebagai mahar. Hmm…saya pun meyakinkan diri. Saya SIAP!
Pukul 06.00 WIB
Saya sudah mandi. Tumben lagi? Apa yang kau pikirkan? Tentu saja TUMBEN. Saya mengeluarkan stelan baru termahal yang pernah saya beli. Keluarga saya baru bangun dan mulai mengumpulkan nyawa. Setelah rapi saya duduk dengan anggun menunggu keluarga saya mandi dan merapikan diri. Saya menyempatkan meng-sms beberapa orang teman seperti bapak ini dan bapak ini. Mengkonfirmasi apakah beliau-beliau jadi datang. Dan terakhir meng-sms Calon Istri Saya menanyakan dia sudah siap apa belum. Dan tentu saja dijawab dengan mantap, BELUM!
Pukul 07.00 WIB
Saya dan keluarga saya telah rapi. Walaupun saya masih sedikit menggigil, karena kedinginan plus tegang juga, orang tua saya tampak bersemangat menanti pernikahan anak bontotnya yang ganteng ini. Rombongan pengantin pria menanti rombongan pengantin wanita untuk kemudian bersama-sama menuju KUA Pondok Aren di daerah Perigi untuk melangsungkan acara Ijab Kabul. Pengantin wanita keluar, dan saya terpana melihatnya. Cantik….. Eh, bukan…maksud saya, CANTIK SEKALI…..
Pukul 08.30 WIB
Rombongan kedua pengantin tiba di KUA Pondok Aren. Setelah menunggu beberapa saat, saya dan Calon Istri Saya akhirnya duduk di depan penghulu dan tepat pukul 09.15 saya menjawab Ijab dari sang ayah mertua. Alhamdulillah, saya tidak butuh pengulangan untuk menjawabnya. Hari ini Jum’at 01 September 2006 Saya menikahi wanita bernama Maysharah dengan mahar seperangkat peralatan sholat dan uang Rp 196.000 TUNAI………
Pukul 23.00 WIB
Huuuf….akhirnya serangkaian acara pameran itu telah selesai. Setelah mulai pukul 10.00 WIB saya dipajang dengan Istri Saya di pelaminan, menyalami tamu yang datang ga berhenti-berhenti. Terima kasih pada teman-teman yang datang ke pernikahan saya. Juga pada yang memberi ucapan lewat telpon, SMS, kartu pos, telegram, kode morse, kode asap, atau juga semapoer, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Seluruh prosesi telah dilaksanakan, dan sekarang acara yang paling saya tunggu2 …………………MAKAN……!!! ^_^ What are you expect of???
Ternate, 01 September 2007, 00.15 WIT
“Ayah, happy anniversary ya….. ga terasa dah satu tahun kita dah nikah.”
“Ga kerasa gimana? Ya kerasa lah. Beda banget kan. Sekarang kamu lagi hamil 7 bulan lebih.”
“Iya ya. Kerasa gimana gitu…. Tapi, aku hamil juga kan karena perbuatan ayah juga.”
“Ya iyalaah, pokoknya, walaupun kita jauh, tapi ga ada satu pun yang berubah.”
“Iya. Aku sayang ayah, ayah juga sayang aku kan?”
“Ga usah bunda tanya. Aku juga sayang bunda…..”
Percakapan ponsel via Kartu SIMpati itu cukup bagi saya dan istri saya untuk merayakan Ulang Tahun pertama pernikahan kami. Ya, kami sedang berjauhan karena sesuatu yang lebih penting. Anak yang ada dalam kandungan istri saya telah berusia 7 bulan lebih, dan tentu saja saya tidak bisa menunggu untuk sekedar merayakan ulang tahun pernikahan. Ya, demi anak kita sayang……..
Simpati? Torang pe kartu…….
ps: Saya, dan seluruh keluarga besar mengucapkan selamat menunaikan ibadah Saum bagi yang menunaikan, semoga amal ibadah yang kita jalankan mendapat balasan yang berlipat dari Alloh SWT, dan kita dapat kembali FITRI….. Marhaban ya RAMADHAN…..