Jenggotku Istanaku
Tidak sedikit orang-orang yang berfikir kalau jenggot adalah lambang kejantanan. Biar kate orang itu lemah syahwat, kalo jenggotnya kaya hutan amazon (???), seenggaknya dia bisa (sedikit) percaya diri. Tentu saja sampai terbukti di atas ranjang atau tangga rumah (hahahaha….fantasy liar lagi…).
Nah, saya yang kebetulan mempunyai jumlah jenggot yang lebih banyak dari kebanyakan teman sekantor saya, sedikit lebih terhibur dengan ‘mitos’ ini. Yah, dari saya mulai kelas 1 SMU, saya sudah akrab dengan jenggot-jenggot tak bertuan ini. Entah karena memang saya jantan (saya jantan!!!!), atau karena cuma iseng saja jenggot-jenggot ini tumbuh. Ya, saya punya semua rambut yang diinginkan orang. Rambut Kepala? Lebat. Bulu Dada? Lumayan. Bulu Ketek? Subur! Bulu Kaki? Ramai (??). Bulu Tangan? Seksi (woh!). Bahkan bulu-bulu yang tak layak disebutkan pun tumbuh subur di badan saya. Makanya saya suka sedikit bertanya-tanya, kok badan saya mirip sawah ya?
Banyak orang yang bertanya-tanya pada saya, apa sih rahasianya? Kok jenggot saya di usia yang masih bisa dibilang belia (belia gundulmu kuwi!), jenggot saya sudah melegenda sampai pelosok tanah air? Dengan sedikit percaya diri saya hanya menjawab, “Ngeblog dan Chatting.”
Tips dari saya, kalau mau iseng-iseng pakai obat penumbuh jenggot, lebih baik melakukan percobaan dulu. Yah, hanya untuk melihat hasilnya baik atau tidak. Misalnya dioleskan pada sebelah bagian dagu dulu. Bila efeknya manjur seperti gambar dibawah, barulah dioleskan di sebelah bagian yang lain. Selamat menumbuhkan jenggot!!!
Repost dari intraBLOG dengan sedikit perubahan sekedarnya….